Kode Rahasia

Manusia dewasa bertanggung jawab meregulasi emosinya sendiri ~ blueismycolour

Ketika hal yang tidak diinginkan terjadi, kita sering kali marah, frustasi, kecewa atau bahkan sedih. Hal selanjutnya yang sering kali mengikuti adalah menyalahkan dan mempertanyakan. Mengapa harus begini, mengapa dia begini, mengapa dia tidak begitu, mengapa harus saya, mengapa, mengapa dan mengapa?

Sementara ada satu pertanyaan penting yang sering luput kita tanyakan. Mengapa saya merasakan perasaan ini? Mengapa keadaan ini membuat saya marah? Mengapa perbuatannya membuat saya sedih? Mengapa ucapannya membuat saya kecewa? Pesan apa yang ingin diajarkan oleh perasaan ini?

Pertanyaan terakhir adalah pertanyaan terberat namun sekaligus pertanyaan paling berguna. Alih-alih melemparkan kegundahan yang sedang kita alami kepada orang lain yang berada di luar kendali kita, kita belajar mengambil kendali dan bertanggung jawab atas apa yang mampu kita kontrol, diri kita sendiri.

Apakah perasaan marah ini karena saya merasa tidak didengarkan? Apakah perasaan kecewa ini karena saya merasa tidak dihargai? Apakah perasaan sedih ini karena saya merasa tidak disayangi? Semua emosi yang terasakan ini semacam agen rahasia yang ingin menyampaikan pesan tersembunyi kepada kita. Memahami emosi ini bukan menolaknya untuk muncul atau memendamnya melainkan bertanggung jawab memecahkan pesan rahasia yang dibawanya. Inilah salah satu tanggung jawab manusia dewasa yang jarang diucapkan, meregulasi emosi.

Selayaknya puzzle tingkat tinggi, proses mengurai arti dan tanda ini tidak dapat dilakukan dalam sekali waktu. Ada begitu banyak percobaan lagi dan lagi sebelum akhirnya muncul “aha moment”. Hingga akhirnya terbentuk komunikasi dari emosi yang dirasakan dengan pesan rahasia yang sesungguhnya ingin di sampaikan.

Saat emosi-emosi ini mulai dipahami, maka perlahan-lahan emosi-emosi ini meluruh dengan sendirinya. Layaknya surat rahasia di film spy yang mampu menguap atau raib begitu saja saat selesai menyampaikan pesannya. “puff..” meninggalkan rasa lega dan rasa dekat, rasa diterima dan dimengerti bukan oleh orang lain tapi oleh dirimu sendiri.

I see You, I hear You

Eh, sudah seberapa jauh status puzzlemu?

Jakarta, 2025-7-12

Ivy


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *