Kekuatan Luar Biasa

Ketika remaja, saya berpikir menjadi hebat itu adalah tentang menjadi yang terkuat. Bertambahnya umur, bertambahnya pengalaman dan jatuh bangun, saya sadar bahwa pemikiran ini butuh revisi.

Rupanya manusia hebat itu bukan karena kuat, tapi karena kemampuannya menjadi lentur dan dinamis.

Lentur? Bagaimana bisa menjadi lentur membuatmu hebat? Apa yang membuat lentur menjadi luar biasa dan pantas dianggap sebagai kekuatan sih? Begini maksudnya, mari saya jelaskan.

Pertama-tama mari kita berandai-andai, bayangkan di suatu waktu kamu harus berpergian ke suatu negeri antah berantah yang cuacanya tak tertebak. Cuacanya dapat berubah-rubah dengan sangat ekstrim. Hari ini bisa panas terik, besok lusa bisa saja hujan badai atau bahkan turun salju. Semuanya tanpa aba-aba ataupun peringatan. Di kondisi semacam ini, pakaian seperti apa yang menurutmu paling mumpuni untuk kamu gunakan?

Hidup kita di dunia ini tak berbeda jauh dengan perjalanan ke negeri antah berantah yang punya cuaca tak tertebak. Siapa yang mampu menakar prakiraan kejadian cuaca yang akan terjadi besok, lusa, minggu depan, bulan depan atau 1 jam lagi dengan tepat?

Pakaian tebal untuk musim dingin atau pakaian tipis untuk musim panas? Jaket penahan angin atau penahan UV? Baju hangat? atau baju buntung? Seberapa banyak persedian dan set baju yang akan kamu bawa demi semua kemungkinan tersebut. Tentu saja, tambahan bagasi berarti adanya tambahan beban yang harus diangkut ke manapun pergi. Di kondisi semacam ini, apa kamu pernah berharap menemukan baju yang cukup hangat untuk digunakan ketika cuaca dingin, namun masih bisa digunakan juga jika matahari sedang terik? Nah… fleksibel, alias lentur. Kemampuan untuk beradapatasi. Setuju?

“Kalau begitu, bawa saja semua…” pendekatan semacam ini tentu juga dapat menjadi penyelesaian untuk situasi tidak menentu di atas. Namun lagi-lagi, seberapa banyak bagasi yang kamu butuhkan? Satu koper besar, dua koper besar, satu mobil, satu lemari atau bahkan satu rumah?

Ada pendekatan lain yang sebenarnya cukup layak untuk dipertimbangkan meskipun tidak mudah untuk dipraktekan. Ketimbang berfokus pada cara membaca “cuaca” atau keadaan, kemampuan paling mumpuni yang bisa kita siapkan adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan siatuasi, menjadi lentur. Menjadi mampu untuk menerima kondisi apapun yang akan terjadi dan tetap bisa berdiri tegak tanpa perlu misuh-misuh, semisal keadaan yang terjadi berbeda dari prediksi yang kemungkinannya sangat tinggi pasti akan terjadi.

Berkaca dari hal inilah saya menobatkan kemampuan menjadi lentur sebagai kekuatan luar biasa yang sedang saya usahakan. Mencoba melatih diri untuk alih-alih berusaha terus menerus kuat, lebih baik belajar untuk fleksibel. Menjadi lentur dan mengalir. Tentu saja ini semua mudah untuk dituliskan, namun sebegitu sulit untuk diwujudkan. Tapi ya tapi, kalau tidak diusahakan ya lebih ga mungkin lagi akan terjadi toh?

Jadi, mari menjaga eling dan melatih kelenturan mental menghadapi ketidakpastian hidup.

Semangat!!!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *