“Jika hidup terasa berputar-putar di pusaran, mungkin itu pertanda untuk memutar dari Semesta yang selalu luput kita hiraukan.“
Pemikiran ini tiba-tiba menelusup di kepala saya beberapa hari silam di tengah sesi bengong sembari menyeruput teh. Pemikiran yang membuat saya berhenti sejenak, meletakkan satu tangan di dahi sembari menatap ke arah jendela lalu berakhir dengan manggut-manggut. Benar juga, jika kita memilih untuk berjalan ke arah Utara namun sebuah kekuatan tak terlihat ingin “menyelamatkan” ke arah berbeda tentu seakan-akan kita dilemparkan ke arah kebalikan. Lalu kita yang keras kepala ini kembali berusaha menuju Utara dan lagi-lagi sang Semesta mementalkan kita kembali ke arah satunya. Proses ini yang terus menerus terjadi yang seakan-akan membuat kita seperti berada di dalam lingkaran yang tak bergerak.

Jangan-jangan memang begitu cara kerja semesta. Lalu saya diam sembari menghela nafas panjang beberapa kali. Bersama dengan pemahaman tersebut kemudian muncul sebuah pertanyaan “Memangnya jika mimpi yang kau pikir sebagai hal terbaik itu tak jadi kenyataan apa artinya semesta sedang memusuhimu?” Padahal bisa jadi kamu tak mendapatkan apa yang kamu inginkan karena sebenarnya Semesta sedang memintal hadiah yang lebih luar biasa di seberang sana. Hayoooo…
Berbagai cara yang terkesan memusingkan dan membuatmu berputar-putar itu sebenarnya tercipta karena kamu berkeras untuk menginginkan maumu, karena kamu bersikukuh untuk mempertahankan yang menurutmu terbaik. Padahal tugasmu sebenarnya sederhana, menyadari, mengerti dan mengikutiNya dengan sepenuh percaya. Semakin cepat tersadar, semakin cepat segala ketidaknyamanan tersebut berakhir.
Jangan-jangan menjalani hidup memang semudah itu.
Jangan-jangan.
Ya bisa jadi juga saya salah.
Toh kalau salah kita tinggal putar arah kan?
Mari belajar untuk menjadi lentur dan mengalir…
Dago, 2026-5-8
ivy


Leave a Reply