Sedari kecil saya diajarkan untuk berdoa dengan format meminta. Keinginan apapun yang kita inginkan maka panjatkan dalam doa. “Minta aja sama Tuhan…” Tuhan yang Maha Segala mampu mengabulkan permintaan apapun.
Dari sini lah semua doa,
“I wish i have…
I wish i’m better at…
I wish this or that would happens..”
Permintaan itu terus bertambah dari sesuatu yang personal hingga sesuatu yang berada di luar diri, tentang manusia lain, tentang asa dan materi. Doa kemudian berubah menjadi potongan keinginan yang kita jahit bagian per bagian untuk kemudian dipanjatkan kepada sang Maha untuk diupayakan menjadi sesuatu yang nyata. Cerita karangan, narasi pribadi yang kita mimpikan kemudian kita ajukan pada Sang Pencipta dan kita bungkus dengan nama DOA.
Mimpi tersebut biasanya dipecah-pecah oleh kenyataan dan kemudian kita merintih dan bersedih mengapa doa saya tidak dikabulkan?
Jawaban untuk kesalahan sama yang sering saya ulang ini muncul beberapa hari yang lalu. Di tengah seruput teh dan sereh dari kebun sendiri, di tengah sesi menulis jurnal pagi itu ditemani nyamuk yang kian hari kian banyak menemani datangnya musim kering. “Jangan menggurui semesta, sayang…” begitu kira-kira bisikan suara di kepala saya.
Ada contras yang sering luput untuk kita lihat atau kita terima. Tuhan atau nama apapun yang ingin kita sematkan padaNya, sebagai sesuatu yang besar seharusnya menjadi yang paling Maha mengetahui dan Maha memberi. Mendikte semesta bagaimana segala hal harus terjadi bukankah bertentangan dengan kepercayaan itu sendiri? Tidak ada kata harus di kamus semesta.
“Katanya percaya…” bisikan lanjutan tersebut datang seperti tamparan yang lebih keras yang mau tidak mau membuat saya merenung. Jika kita seutuh dan sesungguhnya percaya dan mengakui bahwa semesta adalah benar maka doa kita pastinya tidak akan menjejali Semesta dengan keinginan dan harapan kita bukan?
Ketika percaya benar-benar diimani maka doa kita akan semakin dekat dengan doa Sang Perawan Maria,”Terjadilah padaku menurut kehendaMu.”
Menurutmu bagaimana sikap orang percaya dan apa isi doanya?

Bandung, 2026-7-2
ivy


Leave a Reply