Kemarin di akhir sesi balanced salah satu teman saya bertanya tentang komentarnya mengenai metoda TFH ini. Jawabannya membuat saya tersenyum, “transformasi dengan metoda sederhana kak..” jawabnya dengan mantab. Jawaban yang tentu membuat saya lega dan bahagia bahwa sesi latihan praktek saya ada manfaatnya bagi partisipan. Tapi lepas dari hal tersebut, pilihan katanya membuat saya merenung cukup dalam.
TRANSFORMASI, ini kata yang sungguh sangat tepat untuk menggambarkan apa yang ingin dicita-citakan TFH. Perubahan yang terjadi dalam hening dan selayaknya kepompong yang menjadi kupu-kupu, fasa ini adalah fasa yang muncul setelah jeda yang cukup panjang dan memilih memfokuskan energi dan tenaga ke dalam diri. Barulah dari proses tersebut muncul tranformasi.
Keistimewaan TFH adalah seakan menjadi teropong untuk memberi cecapan rasa bertranformasi di kerangka badan sendiri. Dengan bantuan tes otot, kamu merasakan otot-ototmu, organ-organ di tubuhmu hingga emosimu berkolabirasi untuk menjalankan “goal” yang kamu inginkan. Kolaborasi dalam diam inilah yang kemudian menjadi tranformasi. Memunculkan semangat untuk bergerak dan benar-benar melakukan hal-hal yang butuh dilakukan.

Sekali lagi saya merasa beruntung dijodohkan untuk mempelajari TFH. Terberkatilah mereka yang berjasa membuat TFH mampu diajarkan hingga ke khalayak umum seperti sekarang. Terberkatilah guru saya Henry Remanlay yang membawa teknik ini ke Indonesia.
Bandung, 2026-6-20
ivy


Leave a Reply