Shadow

Memasuki bulan Juni, cuaca pagi di Bandung sedang cerah-cerahnya. Matahari sedang ceria-cerianya dan langit sedang biru-birunya. Di salah satu pagi di minggu ini, saat terbangun dan mendapati cahaya matahari yang menerobos masuk melalui sela-sela jendela kamar saya tersenyum ceria. Membuka tirai jendela dan menikmati lukisan cahaya matahari pagi yang menerpa daun-daun dan membuat bayangan indah yang bergerak perlahan pada dinding batu. Indah ya…

Lalu tiba-tiba teringat salah satu potongan pelajaran yang diajarkan Bashar (Darryl Anka), kira-kira begini bunyinya “Kita tidak bisa merubah bayangan yang ada di cermin. Cara merubah bayangan tersebut adalah dengan merubah sosok yang ada di seberang cermin. Jika kita ingin melihat wajah yang tersenyum, maka pertama-tama tersenyumlah sehingga sang cermin tak punya pilihan lain selain ikut tersenyum.”

Semoga kita semua mengerti dan paham bahwa ini bukan sekedar tentang cermin untuk bersolek yang ada di kamar atau kamar mandi. Tapi tentang “cermin” yang kita lihat di tiap relasi, baik yang kita pilih atau yang dipilihkan semesta untuk kita berkaca.

Bandung, 2026-6-18

ivy


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *