Mengalir

Di kehidupan yang bergerak begitu cepat dan terus dan terus menuntut ini, mengalir bersama arus sering diidentikkan dengan tidak berpendirian, tidak punya pegangan atau tidak memiliki tujuan. Dengan penuh keangkuhan dan ego, kita yakin kita mampu mengatur dan mempersiapkan setiap detil rencana, harapan dan mimpi.

Pertanyaannya, “Apa benar kita punya kuasa? Sejauh mana? Sebesar apa?”

Kehendak bebas tentu tak bisa dipungkiri, tapi ada kekuatan-kekuatan besar lain yang memainkan peran di kehidupan ini. Memintal cerita yang satu dengan yang lain, pertemuan-pertemuan tak terjelaskan, kesempatan-kesempatan yang tak diduga. Tangan-tangan Semesta yang bekerja dalam diam mengikuti atensi dan intensimu.

Permenungan ini kemudian membuka kesadaran baru untuk saya,

“Hidup baiknya dijalani dengan mengalir seperti awan yang terbawa arus di langit biru.

Bergerak bukan dengan ketakutan tapi dengan kepercayaan.

Bukan dengan keinginan mengatur tapi dengan kepasrahan.

Mengalir mengikuti arus semesta.

Kesadaran ini muncul di tengah sesi mengambang tanpa upaya di tengah pantai Sanur awal bulan April silam. Ketakutan awal yang memberati kepala tentang banyak hal terbukti tidak nyata. Justru dengan mempercayakan diri dan mengatur nafas, secara alami tubuh kita adalah pelampung terbaik yang mampu mengambang di lautan lepas secara apa adanya dan tanpa banyak usaha. Memasrahkan diri seutuhnya bahwa Semesta akan dan selalu menjaga kita.

Bandung, 2026-04-14

ivy


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *