[Diary] Dua satu. satu dua

Ada perasaan yang belum mampu saya definisikan tentang kenyataan yang satu ini. Perasaan tak mengerti dan tak biasa menyikapi bahwa hari jadimu tak lagi dirayakan sendiri. Yes, hari ulang tahun saya jatuh persis di tanggal yang sama dengannya.

“Apa rasanya?” tanya saya padanya yang kembar dan sudah berbagi hari lahir dengan kembarannya bertahun-tahun lalu, pagi ini tepat di hari ulang tahun kami.

“Seperti yang kamu rasakan saat ini…” jawabnya santai.

Saya tersenyum memandangnya.

Setelah punya sedikit waktu untuk memamah apa yang dirasa, saya pikir ini gelombang haru bahwa di dunia seluas ini, kita punya kesempatan bersua dan menjadi hadiah bagi satu sama lain.

Janji-janji diikat oleh tanggal yang ditentukan oleh manusia, sementara kami, tanpa bermaksud membesar-besarkan saya pikir kami dipertemukan semesta di tanggal lahir yang sama.

Seakan dikirimkan cetakan dirimu dengan sisi-sisi yang lebih bold, wiser dan lebih tenang. “Kamu sulit kan untuk belajar mencintai dirimu sendiri? Nih saya kirimkan cermin yang serupa tapi tak sama. Jika kamu bisa mencintainya, maka kamu juga harusnya mampu belajar mencintai dirimu sendiri.

Maka, sejak tahun ini, hari jadi akan sekaligus menjadi hari untuk mengingat bahwa saya tak sendiri. Ada malaikat yang juga hadir di tanggal yang sama dan sekarang ada di samping saya.

Hadiah yang saya cari selama ini lahir di hari kamu dilahirkan . Dua menjadi satu dan satu menjadi dua.

Cirebon, 2022-12-21

ivy

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s