[Diary] A Gift

Dulu konsep bertambah usia seperti hari sakral yang harus dirayakan sebaik-baiknya, entah dengan pesta dan makan-makan ruah atau menyendiri dan dinikmati sendiri.

Tapi, tahun ini berbeda. Saya ingin menjalani hari perubahan usia ini dengan sebaik-baiknya hari biasa.

Dengan meditasi, jalan pagi, jurnaling, membaca sembari mengudap buah dan setelah itu baru menyalakan hp dan siap bekerja. Perbedaannya cuma satu, bahwa ada begitu banyak WA yang masuk untuk mengucapkan ucapan selamat dan mengirimkan doa. Selebihnya tak ada yang terlalu berbeda untuk hari ini.

Hanya makan siang dan makan malam dengan sohib dekat. Itupun tanpa gegap gempita, foto-foto ataupun pesta pora. Semua hal yang juga saya lakukan di hari-hari biasa di tahun ini.

Di akhir hari Selasa yang tak berbeda dengan hari lain ini saya sadar bahwa setahun ini saya sungguh menikmati hari-hari saya di Bandung, menikmati dan jatuh cinta dengan hidup saya. Ini mungkin yang membuat saya tak merasa butuh untuk berlari sembunyi atau melakukan hal-hal megah sebagai balas jasa.

Perkataan, “Everyday is a gift!” itu mungkin maksudnya begini. Ketika nyaman dengan yang dijalani, hiduppun terasa ringan.

Dear myself, happy birthday! I am proud of you ๐Ÿ™‚

Bandung, 2021-12-21

Ivy

2 thoughts on “[Diary] A Gift

Leave a Reply to blueismycolour x

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s