[Diary] Ruang Tamu

Ada rasa-rasa yang jika diberi ruang sebenarnya hanya ingin berkunjung. Namun, ia akan jadi hantu penasaran jika tak diberi kesempatan.

Bandung, 2020-10-16, blueismycolour

Pencerahan ini muncul tiba-tiba di tengah sesi jurnaling saya malam ini. Persis setelah saya mengakui bahwa saya punya PR besar menyoal kecemasan. Saya butuh belajar untuk berteman dengannya bukan malah mengacuhkannya.

“Plong..”

Seakan sumbatan yang terbuka, tiba-tiba ada rasa lega.

Ya, saya hanya butuh mengakui bahwa keadaan ini bukan keadaan yang biasa-biasa saja. Saya punya kecemasan dan ketakutan juga. Saya juga punya beban rasa itu meski tak pernah menceritakannya. Tak disuarakan bukan berarti tak dirasakan.

Rasa cemas ini hanya menuntut diakui. Kecemasan akan kelangsungan hidup, tentang pekerjaan, tentang mimpi, tentang masa depan, tentang ketakpastian, tentang membuang waktu, tentang tak cukup produktif, tentang tak cukup mampu bertahan, tentang dunia.

Di tengah kondisi yang serba entah ini, ketakutan dan kecemasan semacam ini juga mengetuk pintu saya keras-keras. Beberapa minggu ini, alih-alih mempersilahkannya masuk, saya mengurung diri dan bertindak seakan-akan ia tak ada. Berpura-pura tak mendengar ketukan tersebut dan mencoba menjalankan hari senormal mungkin.

Satu yang saya lupa, ketika tak diberi kesempatan secara nyata, ia akan datang di dalam mimpi saya. Menghantui seperti mimpi buruk yang jauh lebih mengerikan dibanding kenyataan.

Saat malam ini saya mengakuinya. Saya seakan membukakan pintu untuknya. Mempersilahkannya duduk dan membuatkannya teh. Mendengarkan keluh kesahnya yang sebagian juga sudah saya pahami. Mencatatnya dan mengunyah kudapan alot tersebut bersama teh hangat.

Berselang beberapa saat, ia pun pamit dan undur diri sambil berucap “Terima kasih.”

Saya menutup pintu, duduk dengan lega.

Welcome, nothing fancy but please make urself comfortable. (Nuwara Eliya, 2019)

Ya, ‘rumah’ ini masih butuh banyak dibenahi. Salah satunya, menyediakan ruang tamu bagi rasa-rasa negatif untuk berkunjung. Karena tak jarang, mereka datang membawa pesan penting bagi diri.

Bandung, 2020-10-16

ivy

*Biru dengan kepala yang penuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s