[Diary] Berbagi Hal Baik

“Mungkin berbagi kebaikan itu mirip dengan berbagi tanaman.” celutuk saya sore ini ketika melihat keladi pemberian Rani berpucuk 2.

Keladi yang diberikan Rani ini sebelumnya didapatkannya dari Mbak Aron. Ada jalaran kebaikan yang bergulir dan berputar di sini. Saya manggut-manggut bahagia bersama matahari sore yang menyapa dari sela-sela pohon pinus, hangat.

Bertanam mungkin juga mengajarkan kita tentang berbagi dengan tulus. Karena dari yang diberi maupun yang menerima akan tumbuh kembali pucuk-pucuk yang baru. Luka sayatan yang dibuat akan berbuah tunas di tempat lain. Pemberian yang tak membuat kita kekurangan. Karena memberi justru membuatnya semakin berlimpah dan berlipat ganda.

Layaknya kebaikan yang diberikan, tak pernah membuat kita kekurangan. Karena kita selalu mampu menumbuhkannya kembali, memunculkan lagi pucuk-pucuk baru selama tanah kita tetap gembur dan subur. Selama tanah kita tak terisi sampah, selama tanah kita tetap tersirami dan terkena cahaya matahari.

Memandang-mandang keladi yang saya namai si belang ini saya ulangi mantra baru yang saya pelajari darinya:

“Karena memberi, membuatmu meruah…”

—–

Bandung, 2020-08-25

Ivy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s