[Diary] Pelajaran Berkebun #2

“Sometimes we failed to understand what they need..” tulis Lionel beberapa hari lalu kepada saya.

Tidak, kami tidak sedang memperbincangkan hidup. Kami hanya sedang berbincang tentang anak-anak asuh kami yang tak bersuara, tanaman. Siapa sangka, ucapan singkatnya itu tinggal berlama-lama di kepala saya.

Pagi itu saya membagikan kepada Lionel foto dari 4 anak asuh saya. Setelah beberapa hari sebelumnya dia memamerkan spot hijau di apartemennya. Tulis saya pada foto tersebut, saya sendiri bingung apa saya ibu yang aneh sehingga membuat semua tanaman ini jadi nyeleneh? Pasalnya tanaman saya bertumbuh dengan gaya yang berbeda dari sebelumnya.

Jesus of heart yang biasanya bisa tumbuh seukuran setengah jari, kini punya anak yang tetap kecil dan hanya sebesar kuku jari. Sudah ada 5 daun, tapi tak pernah lebih besar dari itu. Tanaman lain yang ketika diberikan memiliki corak belang di satu daun, kini tumbuh menjadi satu daun polos yang disusul satu daun penuh corak. Tak buruk, hanya tak sesuai yang sebelumnya saja.

Saat itulah Lionel menyampaikan kata-kata itu pada saya. Satu kalimat yang menampar sekaligus memeluk erat. Lalu saya pikir, ternyata nasehat itu juga berlaku untuk hidup, untuk orang-orang di seklitar kita yang sering kali salah kita pahami dan mengerti.

Solusinya? “Just try and explore…” ucap Lionel. Ya selama kita terus mencoba dan tidak menyerah. Saya pikir semua akan baik-baik saja. Selama kita masih tetap mau mencoba. Belajar untuk sedikit lebih paham dan lebih sadar dengan tiap perubahan kecil yang terjadi.

Padang, 2020-6-22

ivy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s