[Diary] Tegangan

“Kita sering merasa terpenjara, padahal ujung kiri dan kanan dari penjara itu terbuka.” begitu kira-kira salah satu kutipan paling menampar dari buku karangan Lori Gotlieb ~ You should talk to someone.

Pertama membaca ide ini, saya tertampar. Saya diam beberapa menit untuk memprosesnya. Lalu malam ini ketika berencana menamatkan buku ini, di 1 hour sitting meditation lagi-lagi saya diingatkan ide serupa.

Saya teringat salah satu pengalaman masa kecil di beranda lantai 2 rumah. Ketika itu ada pohon anggur yang menjalar di beranda tersebut turun hingga ke lantai 1. Buah anggurnya hijau, tak banyak tapi cukup untuk membuat rasa keingin tahuan saya memanggil-manggil. Saya lupa tepatnya apa, saya juga lupa umur pasti kejadian, tapi saya ingat tegangan pada leher dan pundak ketika kepala saya terselip di antara 2 pilar batu beranda.

Tegang.

Kenangan itu begitu nyata di meditasi saya tadi. Rasanya, paniknya, marahnya, bingungnya, kesalnya.

Tegang.

Hal sama yang saya rasakan beberapa bulan belakangan di pundak dan leher saya.

Lambat-lambat air mata saya mengalir tanpa saya sadari. Saya ingat betul betapa paniknya saya ketika itu dan menarik-narik paksa leher saya. Menangis meronta-ronta.

Kaku dan panik.

Memaksa dan terus memaksa membuat tegangan di tempat yang jelas-jelas tak muat untuk kepala saya. Padahal jika diingat lagi, tak mungkin kepala saya bisa masuk dan tak bisa keluar. Pasti ada “celah” yang luput. Saya lupa siapa yang akhirnya membantu saya melihat celah tersebut, tapi rasa sakit serta tegangan pada pundak dan leher tersebut masih bisa saya rasakan.

Ketenganan yang disertai campuran rasa marah, kesal dan kebingungan.

Mungkin ini yang saya rasakan beberapa bulan terakhir, 9 minggu tepatnya sejak kehilangan ibu. Setidaknya sekarang saya sadar, meski kali ini tak ada orang lain yang akan membantu saya mencari celah tersebut, tapi saya yakin celah tersebut ada.

Bilamana rasa tegang ini muncul lagi, saya akan ingat kembali kenangan ini dan kalimat Lori berikut:

“Sometimes we are the cause of our difficulties.” ~ Lori Gotlieb

 

Padang, 2020-05-23

Ivy

*biru yang masih belajar lagi dan lagi

3 thoughts on “[Diary] Tegangan

Leave a Reply to Sundea Belaka x

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s