[Review] Running in The Family

“You need to read this book!” begitu ucap seorang teman baik ketika tau saya akan mengunjungi Ceylon.

Berselang beberapa hari kemudian, buku bewarna abu-abu yang dari sampulnya terlihat seperti buku sejarah ini sampai di tangan saya. Kesan pertama saya terhadap buku ini, tak menarik. Namun, buku ini sekaligus membuktikan bahwa petatah lama yang berkata  “Don’t judge the book by it’s cover..” benar adanya.

Buku Running in The Family yang dikarang oleh Michael Ondaatje adalah buku Biografi termanis yang pernah saya baca. Buku setebal 234 halaman ini menceritakan tentang keluarga Ondaatje yang tentunya tak bisa terpisahkan dari kampung halaman mereka Ceylon, Srilanka.

Cara Ondaatje bertutur membuat buku yang bercover kaku ini menjadi begitu mengalir dengan lembut. Tak seperti membaca lembar-lembar sejarah, namun digambarkan dengan begitu puitis dengan kata-kata yang imajinatif. Keterkejutan, kebahagian dan kesedihan yang ditemukan di perjalanan Michael Ondaatje menyusuri tiap sudut-sudut dari negara yang disebut sebagai permata di Lautan India ini terpatri dengan baik. Manis, lucu, satire sekaligus nyata.

Ondaatje punya gaya bahasa yang begitu memikat. Cerita sejarah keluarga ini disihir menjadi cerita petualangan yang menarik sekaligus tak menghilangkan bagian-bagian penting yang membuat cerita ini terasa begitu personal. Jejak-jejak sejarah yang terkuak bersama dengan penuturannya.

Berbekal buku ini, sungguh pejalan akan merasa pulang ketika tiba di Sri Lanka. Menaiki kereta api tua yang berjalan pelan, segera terlintas bayangan tentang Mervyn Ondaatje yang begitu tergila-gila dengan kereta api. Hal yang membuatnya lebih luar biasa, cerita tersebut nyata bukan rekaan belaka.

Running in the family yang ditulis Ondaatje membuat semua pembaca mencicipi sepotong kenangan keluarga Ondaatje dengan begitu intim. Seperti kisah sebelum tidur yang diceritakan nenek kepada cucunya dan diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya, dekat di hati dan lekat di ingatan.

Dago, 2019-08-20

Ivy

PS: Terima kasih untuk menuliskannya dengan sedemikian manis

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s