[Poem] Tercecer

Ujung Genteng, 2012

Sisa-sisamu tercecer di mana-mana.

Di tiap suapan bubur pagi di depan stasiun Bandung, di tiap malam-malam yang terlalu larut untuk berjalan.

Di tiap gelas susu murni hangat di pojok Unpad.

Di subuh-subuh bandara Bandung, di jalan-jalan larut yang berkabut.

Sisamu tercecer di mana-mana.

Di tiap suapan soto Padang favoritku, di depan supermarket kesayangan kita.

Tak perlu aku jelaskan betapa yang paling terkenang tentu saja wangimu di tempat tidurku.

Kucuci berkali-kali, wangi itu tak mau pergi.

Mungkin wangi itu sebenarnya tersimpan di kepala bukan di sana.

Sisamu tercecer di mana-mana.

Boleh aku paketkan sisa-sisa ini ke seberang lautan sana?

.

Bandung, 2019-6-10

Ivy

*biru yang melankoli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s