[Diary] Instant Happiness

“Wahh… liat sunset aja bisa bikin kamu girang ya?” ucap seorang teman 5 tahun silam. “Bagus juga, gampang bahagianya.” sambungnya.

Ketika itu status saya masih pekerja kantor dengan gaji USD yang selalu berburu senja untuk mengisi hal kosong yang tak saya pahami namanya. Dia salah satu teman kantor yang mulai hafal kebiasaan saya dan mulai sering menemani saya berburu senja.

Jujur, saya sedikit terkejut dengan ucapan itu. Saya memandang sosok imut yang ada di balik kemudi, dia tersenyum. “Iya, buat saya senja mah biasa aja. Nothing special for me. Hehe…” ucapnya sedikit salah tingkah. Istilah kerennya sekarang, “didn’t spark joy for me!”

Saat itu saya sadar, kemampuan mengapresiasi dan berbahagia atas hal-hal kecil semacam memandang langit senja, menemukan rasi bintang, melihat kupu-kupu, bunga mekar ternyata kemewahan yang tak dirasakan semua orang.

Setiap senja menghampiri dan hati saya meluap-luap, percakapan singkat itu salah satu yang sering mampir di kepala. Membuat senja saya menjadi lebih manis serta bersyukur punya kesempatan untuk melihatnya dan menikmatinya.

Hal apa yang membuatmu serta merta bahagia? Buat saya senja.

Kirimi saya potongan senja dan jika kita punya waktu mari menikmati senja berdua, dalam diam.

Nusa dua, 2019-4-3

Ivy

PS:

“Mong, how are you? I hope life treat you well.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s