[Diary] Chicken Pox

Tangan cacar air, diary baru dan angpao, Feb 2019

“i am hoping like crazy last month, i don’t even know where i get this chicken pox but its in my blood now. So, bear with it.” ucap saya sembari tersenyum mesem setiap kali mendengar petanyaan, “kena cacar di mana?”

Lepas dari misteri kapan dan di mana tepatnya saya terkena cacar air ada beberapa pelajaran penting yang bisa ditarik dari penyakit yang datang tak diundang di waktu yang tak tepat ini.

Menyadari diri terkena cacar air beberapa hari sebelum perayaan tahun baru imlek sungguh berjuta rasanya. Pertama saya lega mengetahui bahwa perasaan lelah dan draining yang saya rasakan hampir seminggu ini bukan bersebab umur yang kian tua, namun ada sakit lain yang mengerogoti. Kedua, panik menyadari bahwa tak ada yang bisa membantu ibu untuk menyelesaikan pesanan kue lapis yang masih tersisa. Ketiga, sadar bahwa  rencana optimis untuk berangkat liputan ke KL di tanggal 8 Febuari adalah hal  yang harus direlakan. Keempat, mengutuk diri menjadi freelancer yang tentunya tak punya jatah cuti sakit. Bah!

Di tengah badan yang meriang dan tak bertenaga, lalu saya tertawa menyadari kegilaan perjalanan saya dalam sebulan kemarin. Dari Sulawesi menuju Jawa dan Kalimantan, Malaysia dan Sumatera, saya mengangguk. Oh tubuh ini rupanya butuh istirahat.

Seperti tombol restart, tubuh ini berkata, “Lia, enough. I need more sleep, i need more rest, please!”

Serta merta semua kekesalan saya luruh dalam senyum. Saya terlalu bersemangat dengan semua kesempatan yang ada di awal tahun ini hingga lupa menakar bahwa tubuh ini butuh jatahnya. Saya orang yang sering mengingatkan orang sekitar untuk beristirahat pun sering alpha untuk melakukannya. Akh manusia memang butuh saling mengingatkan. Karena mengingatkan jauh lebih mudah ketimbang melakukan. *eh.

Di antara brunjulan yang membuat gemas untuk disentuh dan sebegitu gatal untuk digaruk, saya ikut diajarkan untuk lebih memelankan respon. Orang-orang yang pernah bekerja atau punya koneksi cukup dekat dengan saya pasti sepakat bahwa saya orang yang cukup sigap, walau kadang kala kesigapan ini sering tak sejalan dengan ketelitian. Nah mungkin ini pelajaran lanjutan untuk membuat saya bukan melambat tapi menahan respon untuk memastikan dulu duduk perkara.

Di sini saya sekarang masih dengan brunjulan yang memenuhi hampir sebagian wajah dan seluruh tubuh ingin mengucapkan Selamat merayakan tahun baru imlek buat semua! Semoga banyak berkah di tahun babi ini. Gong Xi Gong Xi…

 

Padang, 2019-02-06

ivy

 

 

 

 

 

Advertisements

3 thoughts on “[Diary] Chicken Pox

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s