[Review] Stoker

“Stoker, kak.” ucap seorang teman suatu malam ketika saya tanyai apa film physco thriller favoritnya.

Setelah menonton film ini, saya sepakat stoker satu dari banyak film physco thriller yang menarik untuk disimak. Mungkin bukan untuk jalan ceritanya, tapi untuk penggambaran sosok utamanya yang begitu dingin.

Stoker adalah film berbahasa inggris pertama besutan sutradara Korea Park Chan-wook. Film ini dimulai persis di adegan akhir. Toh premis pertanyaan yang dilontarkan memang bisa berfungsi ganda, sebagai pembuka dan penutup.

Alur dari film ini membutuhkan perhatian esktra untuk dimengerti. Alur maju dan mundurnya terasa seperti mimpi yang muncul di siang hari. Kilasan-kilasan yang butuh ditakar sendiri bagian mana yang nyata dan mana yang hanya ada di dalam pikiran sang tokoh utama.

Mia Wasikowska yang pernah berperan sebagai Alice in Wonderland memerakan India Stroke dengan begitu luar biasa. Dingin, kaku dan penuh dengan misteri yang melingkupi. Nicole Kidman berperan sebagai Evie, ibu dari India. Peran Nicole Kidman tak begitu menonjol di sini, hanya sebagai pelengkap yang manis dan menggoda.

Film ini digulirkan oleh cerita kematian ayah India yang tiba-tiba dan kepulangan paman Charlie yang diperankan oleh Matthew Gooode juga dengan tiba-tiba. Selanjutnya film bergulir hanya di tengah-tengah keluarga ini. Dengan alur maju mundur yang berganti dengan cepat.

Perumpamaan paling tepat yang bisa saya gunakan untuk menjelaskan film ini adalah, seperti melihat sebuah foto bokeh. Indah dan tajam pada satu objek namun blur di bagian latar. Ya, penggambaran emosi dan karakter di film ini tajam dengan detil yang menakjubkan. Namun, untuk motif dan latar cerita ada begitu banyak hole pada plot cerita.

Ada satu percakapan berharga yang diselipkan  oleh penulis Wentworth Miller dalam dialog yang dibacakan oleh Nicole Kidman.

Why it is we have children in the first place?
And the conclusion I’ve come to is, at some point in our lives, we realize things are, they’re screwed up beyond repair. So we decide to start again. Wipe the slate clean. Start a fresh. And we have children.
Little carbon copies we can turn to and say, “you will do what I could not. You will succeed where i have failed.”
Bcoz we want someone to get it right this time. ~Stoker 2012

Percakapan ini, sejujurnya tak berhubungan langsung dengan jalan cerita namun tentu membuatnya jadi begitu dramatis. Namun muatan dari percakapan ini lah yang paling menggema buat saya.

Kesimpulan saya, stoker adalah film yang dipatri dengan cara yang sangat berbeda. Emosi yang disampaikan dengan senyum dan kekakuan. Aneh dan tak terjelaskan, persis seperti manusia yang tak memilih takdirnya.

“Just as a flower does not choose its color, we are not responsible for what we have come to be..” ~ Stoker 2012

 

Əxlaqsız_oyunlar_(film,_2013)

 

Dago 485, 2018-12-2

ivy

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s