[Diary] Ironi

“Jadi begini rasanya tertinggal kereta?” tanya saya di suatu sore yang sendu.

“iya” jawabnya pendek tanpa coba mendramatisir.

img_5051

Lalu ada hening yang mendegung begitu bising di kepala saya.

Mereka-reka, menimbang-nimbang, bahan apa yang salah dalam adonan saya yang tak mengembang ini.

Satu, satu yang tak tepat. yaitu waktu.

Siapa yang salah? Tak ada.

Air mata tiba-tiba merembes pelan. Dalam hidup yang penuh dengan kompleksitas ini, kadang kala kamu menemukan orang yang benar di jedah waktu yang salah. Ini hanya ironi hidup yang mau tak mau membuatmu belajar untuk menerima.

Ya, pelajaran yang datang dari pengalaman selalu yang paling berharga.

 

“Bagaimana cara melepaskan sesuatu yang tak ingin kamu lepas?”

Tapi itu pertanyaan lanjutan yang tak akan merubah apa-apa.

 

Padang, 2018-06-14

ivy

*Biru yang kikuk dan tak tau cara untuk bersikap

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s