[review] The Darjeeling Limited (2007)

Picture from google

“That’s my train!” Film ini dibuka dengan satu scene ciamik dalam jahitan potongan slow motion dan sudut pengambilan gambar yang luar biasa mewah. Gambaran awal yang mau tak mau akan tinggal berlama-lama di kepala dan ternyata dilakukan dengan tujuan tertentu. Salah satunya untuk memperlihatkan asal muasal judul film ini. “The Darjeeling Limitied” yang adalah nama sebuah kereta.

Sekitar setengah dari film yang berdurasi 91 menit ini dihabiskan di dalam kereta. Mebosankan? Oh tunggu dulu. Reuni dari 3 kakak beradik ini begitu meriah dan penuh sentilan tajam. Adalah sang kakak yang bernama Francis (Owen Wilson) menjadi pengagas dari acara ini. Kedua adiknya Peter (Adrien Brody) dan Jack (Jason Schwartzman) punya dua sifat yang begitu berbeda namun memiliki satu kesamaan, manut dengan sang kakak.

Garis besar dari cerita ini sangat sederhana, tentang keluarga. Tentang mengadakan “spiritual journey” jika mengutip kata Francis, untuk saling mengenal satu sama lain dengan lebih dalam. Sekaligus melaksanakan misi mereka bersama.

Cerita yang disutradarai dan ditulis oleh Wes Anderson ini didominasi dengan plot maju. Masa lalupun diceritakan tanpa kilas balik, cukup brilian dan menarik bagi saya. 
Perjalanan mereka mengarungi India tentu saja dipenuhi drama, kekonyolan dan hal-hal remeh yang dibumbui dengan percakapan yang cukup kuat. Secara keseluruhan banyak hal yang kurang logis dalam cerita ini, tapi justru hal ini pula yang membuat cerita yang semi humor ini menjadi utuh.

Menontonnya seakan sedang bermimpi, tak perlu masuk akal tapi jalan cerita dan rasa-rasa yang ingin disampaikan begitu nyata dan dekat dengan kita. Tentang nilai keluarga, tentang saudara, tentang menjalankan hidup dan terakhir tentang merelakan dan penerimaan.
Satu quote menarik dari film ini 

“Maybe we can express ourselves more fully, if we said it without words”

Rupa-rupanya quote ini juga yang menjadi tulang dari cerita ini. Tak perlu masuk akal namun di detilnya akan kamu temukan remah-remah pesan sebenarnya. Cerita ini cukup membuatmu tertawa dan berkaca-kaca di jedah yang tak berbeda jauh.

*film ini akan diperbaru segera dengan judul Isle of Dogs 🙂
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s