[Diary] Teruntuk Yang Pernah Menyakiti

img_0589

Tema CSWC 28 Januari 2017

Apa yang akan kamu tuliskan jika diminta memanjatkan asa untuk orang lain?

Tema malam itu dibawakan oleh Rani dan masing-masing orang diberi sebuah kertas kepada siapa asa itu akan dipanjatkan. “Dia yang pernah menyakitimu” saya tercenung ketika membuka kertas itu. Tapi saya selalu percaya tak ada yang kebetulan, mungkin ini saatnya bagi saya untuk beranjak dari tahap menerima luka ke tahap memaafkan terdakwa.

Seperti yang sudah-sudah, tulisan selalu manjur untuk jadi obat terapi. Ini tulisan saya untuk tema tersebut :

——
Hai kamu, apa kabar di sana? Sehat? Dari yang kulihat di media sosial kamu semakin gendut saja. Btw anakmu lucu ya. Bagaimana rasanya menjadi bapak? Hehe..

Ngomong-ngomong anak, kita juga bersua ketika anak-anak ya, tepatnya TK sekitar 25 tahun silam. Dengan seragam seperti pelaut bewarna biru muda dan bangku – bangku kecil yang bewarna warni. Kamu ingat?

Buatku itu hal yang tak terlupa. Kata orang yang terjadi ketika kecil membekas paling dalam, maka kamu ada di salah satu luka pertamaku.

Ketika kamu duduk persis di belakangku ketika itu. Ketika Ibu Sum mengajak kita berdoa sebelum kelas berakhir, ketika kita diminta untuk mengatupkan tangan, ketika jari kecil ke sebelasku mencuri perhatianmu, ketika kamu berjalan menghampiri dengan mata seorang anak yang ingin tau, ketika akhirnya jari itu kau pelintir paksa karena tak terkatup sesuai yang lain. Ketika kamu tak berucap apapun lalu berlalu. Ketika aku menangis bukan karena tangan yang bengkak tapi karena kesadaran bahwa aku berbeda dari anak lain. Ketika bertahun-tahun ke depan aku masih belajar menerimanya sebagai bagian dari diri. Ketika akhirnya semua diterima dengan lebih rela dan bahagia.

Harapanku untukmu sederhana, semoga kelak anakmu tak perlu mengalami kekerasan apapun di masa kecilnya. Aku memaafkanmu. Terima kasih untuk menyadarkanku berbeda, karena toh bukannya tiap manusia berbeda, dan menerimanya adalah pembelajaran terbesar dalam hidup.

Dari orang yang pernah tersakiti
Salam hangat untuk keluarga kecilmu.

Posted from Negeri Biru

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s