[Diary] Old Year and New Year (2018)

Setelah siang yang terik dan hujan berjilid-jilid, malam terakhir di 2017 ditandai dengan senja orange yang menyapa saja dari sela-sela ranting pohon cemara dan daun sirih tetangga.

Menyoal tahun 2017, tahun ini terasa santai dan perlahan. Saya sempat berpikir, tak ada yang special tahun ini. Sebagai tahun kedua saya menjadi freelancer, tahun ini tak semenakutkan ketika masih meraba-raba. Namun jika dirapel kembali, ternyata tahun ini tak sebegitu biasanya, beberapa hal menyenangkan yang pantas diingat dan dirayakan di tahun 2017 :

  1. Kebahagian awal tahun, tulisan perjalanan saya tentang Takengon masuk di majalah Femina edisi Januari minggu ketiga.
  2. Mengikuti kelas menulis mbak W tanpa rencana. Menjadi peserta terakhir yang mendaftar di jam 3 subuh untuk acara pukul 9 pagi keesokan harinya. Sukses buat saya diingat ama Cibo 😀
  3. Foto dan tulisan singkat saya tentang Mae Salong, dipilih masuk dalam rubrik postcard National Geograhpy Traveller edisi Febuari.
  4. Tulisan tentang Pulau Pasumpahan masuk majalah Sriwijaya air edisi Maret.
  5. Diberi kesempatan menjadi volunteer acara Kanca yang diselenggarakan oleh Mbak W dna Mbak H. Senang dan bahagia bukan kepalang!
  6. Menjadi pemenang linkers gelombang 3. Linkers adalah acara 2 hari yang diadakan oleh citilink, dalam rangka mencari penulis-penulis perjalanan baru.
  7. Diajak liputan ke Aceh, setelah 1 tahun lebih absen diving, akhirnya diving kembali.
  8. Liputan kuliner di kampung sendiri, Padang dan di Solo!
  9. Bertemu teman baru yang klop di Solo. Seperti tak kehabisan bahan cerita, kami ngobrol sampai subuh.
  10. Diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari kamantara.id. Terima kasih mbak Hanny.
  11. Menjadi salah satu duta cerita Habibie Center cabang Malang. Acara ini sungguh menyenangkan dan membuka mata. Mendapatkan banyak teman dan pelajaran baru.
  12. Mengadakan workshop Cerita Jawa Barat di salah satu kafe di Bandung. Meski pesertanya kurang dari target, namun acara berjalan sukses. Terima kasih untuk rekan sejawat yang juwara, Raka.
  13. Kembali ke Cameron Highland dan menuntaskan hampir seluruh list yang saya inginkan bahkan dibonus Ipoh sebelum pulang. Terima kasih Sherene
  14. Menemukan tempat yoga baru yang dekat dari kosan dengan bayaran serelanya. Bahagia pisan!
  15. Boleh ikut ambil bagian dalam retreat #meruparasa yang diadakan kamatara dan zetta media.
  16. Masih diberkahi pacar yang tabah dengan segala drama saya. ^^V

Dari list di atas, saya sadar 2017 pantas disebut sebagai tahun yang lebih dari kata biasa. Mungkin tak banyak perjalanan jauh yang saya lakukan tahun ini. Namun ada beberapa pelajaran penting yang teramini.

  • “Hal yang membuat suatu tempat menjadi luar biasa  adalah orang yang ada di sana.”
  • “Lakukan apapun dengan hati dan sungguh-sungguh, kelak semesta akan membukakan pintu untukmu.”
  • “Jangan gentar untuk memperjuangkan hakmu! Jangan mundur hanya karena tak ingin mencari masalah, atau takut dianggap perusuh. Hargai dirimu, perjuangkan hakmu!” –> Pelajaran berharga yang saya dapatkan, dari sebuah kejadian yang menjadi sesal terbesar saya tahun ini. Quote di atas adalah hal yang akan saya lakukan jika kejadian yang sama menimpa kembali. Pelajaran memang seringnya datang dengan bayaran.

Tahun 2018, waktunya untuk mempercepat langkah dan memastikan tujun. Janji saya satu, menulis lebih sering dan lebih teratur!

WhatsApp Image 2017-12-22 at 17.23.46

taken by Ruri Fitriyanti


Happy New Year 2018 all! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s