[Story] Gunung Phosi & Senja Jingga

2

Phosi Hill dari kejauhan, Luang Prabang

“Phosi Hill!” tunjuk pemilik homestay dari depan penginapanku.

“Khop chai!” ucap saya sembari memanggutkan kepala. Pemilik homestay tersenyum dan berjalan ke dalam rumah, sedangkan saya mulai melangkahkan kaki ke Bukit Phosi atau yang disebut juga Sacred Hill.

Terletak di tengah kota Luang Prabang, ketenangan tetap hadir di tempat suci ini. Dibutuhkan sedikit usaha ekstra untuk mencapai Wat Chom Si yang terletak pada puncaknya. Ada sekitar 300 tangga yang harus didaki untuk mencapai Golden Stupa, sebuah tempat yang memantulkan sinar matahari kala senja yang bewarna emas setiap sore.

Tempat ini menjadi populer untuk menikmati keindahan kota Luang Prabang secara menyeluruh dan enyaksikan Sungai Mekong dan Sungai Nam Khan yang mengaliri kota kecil yang damai ini. Biasanya, pada perayaan-perayaan tertentu penduduk kota akan membawa sesajen berupa bunga dan meletakkannya di sekitar stupa.

 

Ada dua cara untuk mencapai kuil yang dibangun di tahun 1800-an ini. Cara pertama adalah melalui tangga yang berada di Jalan Sisavangvong, persis di depan Royal Palace Museum. Tangga lainnya berada di jalur Thanon Phosi yang terdiri dari 355 anak tangga. Namun, jangan takut, keringat yang dikucurkan akan terbalas dengan pemandangan yang ditawarkan. Waktu paling indah mengunjungi bukit ini adalah kala matahari akan terbenam.

chomsy hill 3

Senja Orange di Phosi Hill, Luang Prabang

 

 

*Sebelumnya tulisan ini sudah diterbitkan di wewerehere.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s