[diary] Karnaval Parahyangan


“Merdeka!” begitu pekik mereka antusias. Pita merah putih menghiasi jalanan, dipakai seperti harga diri di kepala, di tangan, di tas dan tentunya di hati..

Siang itu meski terik, masyarakat antusias menanti karnaval pesona parahyangan. 

Karnaval ini adalah penutupan dari rentetan pawai kemerdekaan yang sebelumnya diadakan di Pontianak dan Toba. Berbagai daerah ikut memeriahkan karnaval 26 Agustus ini.

.

Satu yang membuat haru ketika sebuah bus berisi para veteran perang dengan bendera merah putihnya lewat. Seorang bapak berteriak, “terima kasih pak!” Tak ada balasan atau terikan dari pahlawan-pahlawan itu hanya senyum haru dari muka keriputnya.
*sebuah catatan harian dari haru biru dan hiruk pikuk kemacetan. Tapi sungguh ini seru 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s