[diary] Waktu (tak) Cukup

Saya tak meminta banyak, cukup 5-10 menit dari 1440 menit waktu hidupmu, kita kurangi waktu tidur sebut saja 1000 menit terjagamu yang penuh dan rusuh itu.  

Aku yang dulu akan memusuhimu, mengupayakan segala cara untuk memarahimu jika kau hilang tak berkabar. Jika kamu mengkorupsi waktuku.

 Waktu berlalu dan aku menua, aku lelah dan kehabisan tenaga untuk marah. Memilih diam dan hanya diam. 

Meraba dan menelisik, lalu tersadar aku tak pernah punya kuasa untuk membuat seseorang mau menyerahkan 5-10 menit hidupnya untukku jika ia tak mau. 

Seberapa kucoba yakinkan, dengan toleransi ataupun ultimatum jika memang hal itu tak berarti untuknya maka dengan mudah akan terlupa.

Kesimpulannya: aku tak cukup mampu membuatmu rela

Semuanya lebih jelas sekarang, kata-kata tak pernah mampu melebihi tindakan dan pembuktian. 

“At the end, it doesn’t matter how many love words that out from your mouth, but how many times you gonna save me from misery.” Thank you. 

*Setidaknya visiku semakin jelas, aku butuh patner yang mau merelakan 0.1% dari waktunya untukku. Oh.. bukan hanya di saat senggang tapi tentu sekalipun dalam berperang hidup.

Dago 485, 2017-4-18

Ivy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s