[Review] Searching For Sugarman

sugarman

Sugar man,

won’t you hurry

Cause I’m tired of these scenes

For a blue coin won’t you bring back

All those colors to my dreams

Lirik lagu Sugar man di atas membuka film searching for sugar man. Sepenting apa si sugar man ini sehingga menjadi alasan untuk dijadikan sebuah film dokumenter oleh sutradara swedish Malik Bendjelloul? Sebenarnya ini pertanyaan awal yang ingin saya cari jawabnya ketika akhirnya memutuskan utuk menonton film ini. Judul film dokumenter ini menawarkan petualangan dan benar adanya dengan isinya

Sugar man adalah salah satu judul lagu yang dinyanyikan oleh sixto Rodrigaez dan direkam di era tahun 70. Uniknya, lagu-lagu ini seperti bintang yang butuh waktu bertahun-tahun cahaya untuk dapat dinikmati kilaunya. Sosok Rodrigaez sendiri merupakan misteri lainnya, tak ada seorangpun yang tau persis di mana sang legendaris ini berada. Beberapa rumor bercerita bahwa Rodrigaez bunuh diri dengan cara-cara yang luar biasa, meledakan kepalanya dengan pistol ada juga yang berkata dia membakar diri di atas panggung, sensasional.

Di mulai dari keingin tahuan ini, maka sekelompok fans mencoba melakukan perjalanan ke Amerika untuk mencari tau keberadaan musisi idola mereka yang penjualan lagu-lagunya bisa disandingkan dengan elvis persley tersebut. Film ini dipenuhi dengan kepingan wawancara-wawancara yang menyentuh dan mengutuhkan cerita tentang sugar man sendiri. Tak diragukan mengapa film ini akhirnya dapat memboyong oscar untuk film dokumenter.

Alur dari film ini sangat runut dan teratur. Dimulai dari sudut kota di mana sang musisi biasa bermain gitar sembari membelakangi penonton. Kesan misteri begitu terasa di awal film dan sepanjang perjalanan misteri itu dikuak satu persatu. Tidak ada klimaks yang terlalu di film dokumenter ini, semua porsinya pas dengan alunan musik-musik dari sixto Rodrigaez menemani setiap potongan cerita. Kisah nyata ini dijahit sedemikian rapi sehingga mampu membuatmu terhanyut dan merasakan emosi-emosi yang ingin disampaikan.

Menyaksikan film ini seperti menata puzle-puzle hidup dari pria bernama Sixto Rodrigaez. Jalan hidupnya yang penuh kejutan dan sungguh sulit untuk dilogikakan. Betapa luar biasanya perjalanan sebuah karya yang menempuh setengah belahan dunia untuk diakui dan dielu-elukan, serta menjadi bagian dari sebuah sejarah.

Ada beberapa pertanyaan yang tak terjawab di dalam film ini seperti ke mana semua uang penjualan lagu itu mengalir? Serta ada  juga beberapa fakta tentang kehidupan Rodrigaez yang tidak diceritakan dalam film ini. Saya tebak beberapa isu tak terjawab dan tak disebutkan ini untuk menambahkan efek dramatis pada film. Jika itu maksudnya film berdurasi sekitar 90 menit ini berhasil mewujudkannya.

Lepas dari semua kelemahannya, film ini tetap pantas ditonton dan dinikmati. Cocok untuk dijadikan penambah semangat bagi semua yang sedang meniti mimpi. Kalaupun ternyata  menurutmu film ini seperti drama, minimal lagu-lagu Rodrigaez yang mengalun pasti mampu membuatmu terpesona dengan liriknya yang singkat dan padat.

tulisan ini sebelumnya sempat di publish di kabarkampus.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s