[Review] Putri Hawai yang Menyelamatkan Dunia

Film animasi besutan dua maestro John Musker dan Ron Clements kembali berhasi menghangatkan hati para penonton dengan cerita petualangan putri ala Walt Disney.

movies-moana

 

Moana dibuka dengan dogeng mitologi dari Polynesia tentang penciptaan dunia, dan Maui manusia setengah dewa yang merebut jantung Te fiti, dewi pencipta segala kehidupan. Sosok bayi Moana ketika itu berbinar-binar mendengarkan cerita neneknya Ta La yang suaranya diisi oleh Rachel House.

Suara dari Putri Moana diisi oleh seorang perempuan Hawai bernama Auli’i Cravalho. Lautan, itulah arti dari nama Auli’i sang pengisi suara itu sendiri. Kebetulan atau perencanaan matang, sosok Moana sebagai putri dari kepala suku Tui (Temuera Morrison) tampil begitu memukau.

Film ini terdiri dari tiga babak besar, pencarian jati diri Moana. Moana tinggal di sebuah desa makmur di tengah samudra bernama Motunui. Sebagai anak kepala suku, Moana mengemban tugas menjadi penerus keberlangsungan hidup rakyat di Motuni. Di sisi lain, sejak kecil Moana punya ketertarikan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata dengan petualangan dan lautan.

Pergolakan batin ini terus berlangsung meskipun Moana berusaha untuk membungkamnya. Hingga di suatu waktu sang nenek membocorkan sejarah panjang dari leluhur mereka yang adalah pelaut ulung. Ditriger dengan berbagai macam hal, Moana akhirnya memutuskan untuk memenuhi takdirnya.

Berlayar jauh dituntun oleh bintang-bintang untuk menemukan Maui manusia setengah dewa dan bersama-sama menyelematkan manusia.

Petualangan berlanjut dan lautan yang sedari awal memilih Moana selalu memberikan bantuannya juga ketika bertemu dengan Maui manusia setengah dewa dengan tato di seluruh tubuh yang serupa komik. Suara Maui diisi oleh mantan pengulat tangguh Dwayne Johnson.

Lelucon cerdas terselip di sana sini sehingga membuat film ini begitu ceria dan menyenangkan untuk dinikmati. Lagu-lagu ciamik membantu membuat alur cerita menjadi lebih menarik dan meninggalkan gema yang setidaknya akan tetap tinggal sekitar seminggu di kepala atau tak menutup kemungkinan akan menjadi lagu hits selanjutnya.

Fase selanjutnya ketika Moana menerima jati dirinya dan melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan sepenuh hati. Keteguhan ini yang akhirnya membuat Maui luluh dan bersedia membantu Moana dalam misinya. Bersama-sama mereka mencari kembali pedang bermata kail milik Maui dan melewati Te Ka, iblis gunung berapi ganas untuk mengembalikan hati Te Fiti.

Mengembalikan dunia seperti sediakala.
Seperti halnya film Walt Disney lain, Moana juga mengusung pesan moral untuk menjadi diri sendiri. Dikisahkan juga sedikit kisah pedih dari Maui perkasa yang sebenarnya selalu merasa kesepian dan tidak percaya diri. Satu-satunya cara untuk bersinar adalah menerima diri sepenuhnya.

Dalam film berdurasi 113 menit ini penonton akan dibuat tercengang-cengang dengan keindahan animasi yang ditampilkan. Pemandangan lanskap dan tokoh-tokoh di luar bayangan seperti bajak laut berbentuk buah kelapa yang begitu lucu dan ayam juling bernama hei-hei sungguh mampu membuatmu terkagum-kagum dan terpingkal-pingkal.

Pesan paling berharga dari film ini tentang alam yang bisa jadi teman dan bisa juga jadi lawan bagi manusia.

Betapa manusia yang telah membuat bumi menjadi sekarat dan menangis lara sehingga berbalik arah dan mulai mengrogoti kehidupan mansia. Tak ada lagi ikan, tanaman yang tak lagi berbuah dengan baik, dll.

Bagian terakhir dari film ini adalah kembali ke rumah dan menjalani jati diri sebagai Moana yang sesungguhnya. Menjadi bukan hanya putri tapi inspirasi bagi seluruh warga Mototui untuk kembali bertualang seperti buyut mereka dulunya. Siap dengan segala tantangan dan jangan terlena dengan segala sesuatu yang konstan.

Tak ada kejutan di film ini, semua cerita dapat tertebak namun dieksekusi dengan timing dan cara yang luar biasa sehingga membuat penonton tetap berdecak kagum dengan sesuatu yang sudah ditebak sebelumnya.

Moana film hangat dari detil budaya Polynesia yang pantas diacungi jempol. Lucu dan menginspirasi untuk anak-anak dan menghangatkan dan penuh nostalgia cerita putri bagi orang dewasa. []

tulisan ini sebelumnya sudah publish di kabarkampus.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s