[#Thatloveletter] Day 1 

Dear you,
Ingatanku tentangmu tak banyak tapi cukup banyak untuk membuatku sadar bahwa cinta itu bisa datang dalam diam. Cinta bisa merupa genggaman erat tangan-tangan kecilku yang dibawa berkeliling kota. Tanpa banyak cerita, hanya satu kata “ikut?” dan seperti banyak anak-anak kecil lainnya yang punya kepala penuh dengan imaji tentunya aku mengangguk dengan kerling mata berbinar-binar. 

Kenangan terakhirku tentangmu selalu terasa asin, tentang rasa air mata yang mengalir deras di pipiku dan segera mengering terkena jilatan panas dari kayu api yang sedang membakarmu. Tak bisa kulupa rasa pedih ketika melihat kobaran api itu menjilat-jilat sisa tubuhmu yang tak lagi bernyawa. Aku yang pucat pasi dipeluk erat orang tuaku, dalam isakan aku terus berulang-ulang bergumam “Ma, Engkong jangan dibakar!” 

Bertahun-tahun, sepaket ingatan  mungilku tiba-tiba terbawa serta bersama dengan kursi kosong dan pemandangan indah siang ini. Aku hanya mau ucap terima kasih untuk warisanmu, tentunya gen perjalanan ini darimu yang sering duduk merenung mendengar radio dan memandangi jalan bukan? 

Aku hanya ingin ucap terima kasih. Terima kasih mengajariku jadi pejalan dengan kaki-kaki mungilku sedari dini. Memperlihatkan padaku banyak pelajaran di setiap perjalanan, meski singkat dan berulang. 

Kursi dengan pemandangan, Bandung 2016

Bandung, 2016-12-17 

Ivy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s