[Diary] Menjadi Feminim

Beberapa hari lalu, dalam perjalan pulang dengan kereta lodaya pagi dari Jogja ke Bandung saya berkenalan dengan seorang bapak yang duduk sebangku dengan saya. di sela-sela obrolan kami, tiba-tiba dia berkata ” wajah kamu lumayan tapi tomboy banget sih!” Saya  tidak memberikan respon apapun, membatin, ” maksudnya memuji atau menghina ya? ” Tapi saya diam saja bahkan tanpa senyum.

Jumat  kemarin ketika bersiap-siap menghadiri misa dan sedang berkaca, selintas pikiran nyasar di kepala bersama bayangan diri. Saya memang seringnya tomboy tapi bukan berati saya kurang wanita. Jika ingin melihat saya dalam bentuk yang lebih ayu dan feminim, maka jadilah lelaki yang pantas untuk itu. Percayalah dengan sendirinya saya akan berdandan untukmu jika dirasa perlu.

Saat diperlakukan bak sang putri, dengan sendirinya wanita setomboy apapun akan berubah menjadi perempuan manis. betul? 🙂 Walau ketika perempuan berdandan tak selalu untuk seseorang, bisa jadi untuk diri sendiri. Rumit? Ya perkenalkan, kami spesies terumit di jagad raya yang siap mengivasi hati dan kepalamu.

happy smile, hutan pinus imogiri Jogja

bandung, 2016-03-25

ivy

Advertisements

2 thoughts on “[Diary] Menjadi Feminim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s