Teruntuk Pria yang Pernah Bertahta di Hati

Mengirimkan surat pada mantan tentu saja akan terdengar seperti basa basi usang yang klise, tapi tak mengapa. Rasa-rasanya setelah semua yang kita lalui, kamu pantas kukirimi surat cinta. Toh ini tak akan lagi berisi segala gemerlap rasa dan kemegahan rindu. Ini akan berbeda.

Begini, satu yang kusadari dari hubungan kita dulu. Aku berkembang, kamu tak hanya pernah membuat hatiku mekar seperti balon tapi juga melebarkan pandanganku dan menarikku naik ke level yang lebih tinggi sebagai manusia. Sebagian besar pertengkaran kita dulu campuran antara mendewasakanku dan membuatmu lebih terbuka. Mungkin pada akhirnya usaha menyatukan kita ini tak berjalan mulus, tapi tetap banyak hal yang aku syukuri.

Hai pria pecinta sunyi, terima kasih mengajariku berdamai dengan sunyi dan mencintai diri lebih. Sedikit banyak, aku ada di fase ini karena dan olehmu. Mari kapan-kapan ngeteh, ketika kamu keluar dari sembunyimu. Mau?

Masih ada setumpuk kagum untukmu, walau kini tanpa embel-embel hati. Oh, semoga kamu memaafkanku untuk semua goresan yang tergurat. Karena dosamu-pun sudah terampuni. *Eh

Bandung, 2016-2-20
Ivy
*biru tak lupa bersyukur

Posted from Negeri Biru

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s