Day 13 Teruntuk Perempuan dengan Luka Hati 

Sebulan terakhir, ada beberapa cerita pilu yang menghampiri dari berbagai lokasi. Ya ini cerita tentang hati yang patah-patah. Cerita tentang hati yang kembali terluka lagi dan lagi. Dengan cara berbeda namun akhirnya tetap terluka. Lalu, luka itu bercampur dengan arus waktu, menggerus lebih dalam dan menghanyutkan diri.

Oh teman, hidup ini jarang adil. Jarang.. Kala kamu merasa menemukan seorang yang tepat, takdir lain merenggutnya paksa. Menyayat yang sudah tertambat dan meninggalkan borok menganga. Tak ada lain yang bisa kukatakan, bertahan. 

Sekali lagi kukatakan, hidup ini memang jarang adil. Terutama masalah hati. Aku jelas tak punya kuasa mengatakan kata rela padamu, karena rela itu kata yang terlalu mudah diucap bibir namun penuh usaha berdarah untuk diamini. Dunia tak selebar daun kelor, biar karma yang bicara. Menepi, sadari lukamu dan  rawat ia baik-baik. Hanya kamu dan waktu yang mampu menyembuhkannya! 

menepi sadari luka, biduk-biduk

Note  : Hei aku dan telinga ini selalu sertamu. Kamu tau di mana mencariku. Peluk erat 🙂 

Coba dengarkan puisi ini, mungkin mampu sedikit menawar hati yang luka https://m.youtube.com/watch?v=mdJ6aUB2K4g

Padang, 2016-2-12

Ivy

*biru mengirimkan pelukan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s