Day 6 : Teruntuk Renjana

Aku tak pernah tau kapan persisnya jatuh cinta padamu. Oh bukan hanya itu, tergila-gila setengah mati. Mendambamu setiap hari dan harap-harap cemas menanti kepulanganmu. 

Ada waktu-waktu kamu begitu malu dan aku tak dapat melihat ronamu. Ada kalanya kamu begitu berbinar-binar dan pesonamu menyeruak menembus kalbu. Dulu, aku begitu benci jika tak mendapati pesonamu di ujung tungguku, di lelah usahaku. Tapi kini berbeda. Aku mulai paham, tak semua dalam kuasaku. Seperti kamu yang selalu aku puja. Kamu punya waktu dan cerita sendiri. Hei bukankah itu yang selalu membuatku menggilaimu sedari awal.. 

Senyummu ya senyum mu yang unik setiap harinya. Tak pernah benar-benar sama. Punya rasa yang berbeda di tiap gigitan kenangan. Nah aku tak akan memaksa, namun jika boleh kapan-kapan, tolong ulang kecupan semerah ini untukku. Boleh? 

golden sunset at Lampuuk, Aceh

Padang, 2016-2-5

Ivy

*biru yang selalu mendamba senja merah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s