Day #1 Teruntuk Diri

Pagi sayang,

Aku tau beberapa bulan terakhir perjuangan berat bagimu. Banyak rasa tak tercerna yang masih mendiami relung hati. Banyak cerita tak terbagi yang masih memenuhi kepala. Banyak luka tak terlihat yang masih bersemayam di jiwa. Tak apa.. Kita akan melewati semuanya, perlahan. 

Pukulan takdir kali ini memang telak, meninggalkan luka yang tak tersembuhkan waktu, kehilangan. Tak mungkin ada kata terbiasa untuk kehilangan tapi toh aku bangga kita belajar untuk melaluinya. Perlahan sayang, perlahan. Tak mudah tapi ini bukan pilihan. Ini keharusan, ini proses hidup. 
 Satu yang perlu kamu ingat, aku mencintaimu utuh. Seutuh rembulan waktu purnama. 

   

self reflection, pesisir selatan

Note : Ada luka-luka yang tak tersembuhkan waktu dan kehilangan ayah salah satunya. Ini proses hiudp. 

Peluk cium,

Diri

*dari yang paling mencintaimu 

#30harimenulissuratcinta

Advertisements

2 thoughts on “Day #1 Teruntuk Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s