Counting Blessings …

Terlebih dahulu maaf karena terhentinya project #counting blessings untuk merayakan pertambahan usia ini. Beberapa kejadian di minggu lalu cukup menghantam batin dan nurani, merubah saya kembali jadi remaja labil yang mereka-reka dan mencari-cari tujuan hidup. Saya harap ini adalah tension of opposite yang diceritakan Morrie kepada Mitch Albom. Tarikan mundur yang menghisap semua tenaga untuk lantas melesat maju ke fasa selanjutnya. Semoga..

*Untuk #Counting Blessings, saya akan coba melanjutkan semampunya.

1

Taken at Tawau, Sabah

Beberapa berkat dan kebahagian sederhana yang belum sempat saya list :

1. Buku

Terima kasih kepada ibu angkat saya yang menumbuhkan kecintaan saya terhadap buku sedari dini. Saya masih ingat dengan sangat jelas betapa kutu bukunya lia kecil. Terbenam dalam komik-komik lama dan kemudian mulai menyenangi cerita petualangan dan sci-fiction seperti Dann Brown. Saya percaya inilah akar dari jiwa petualangan saya.

2. Teman

Berkesempatan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang dengan segala keunikan dan kelebihannya. Mengajarkan banyak hal-hal baru dan luar biasa. Saya menjadi pejalan tak lepas dari dukungan dan sokongan seorang teman baik yang saya anggap sebagai mentor. Teman yang menginspirasi dengan pola pikir dan gaya hidup yang luar biasa. Meyakinkan saya untuk mengambil langkah pertama untuk banyak hal. Thanks

3. Kamera

Saya tak pernah membayangkan jadi maniak foto seperti sekarang. Ya dulu saya maniak untuk difoto walau dengan segala permintaan yang sering menyulitkan. Lalu suatu waktu saya dihadiahi sebuah kamera poket ( thanks to you ) dan diajarkan beberapa trik sederhana, “wow” saya tak bisa tidak jatuh cinta dengan dunia baru itu. Mengabadikan momen sama menariknya dengan mengabadikan kata hanya lebih visual dan lebih soliter. tanpa kata-kata hanya gambar.

Saat ini saya senang mengkolaborasikan hasil jepretan saya dengan tulisan. Ada tambahan rasa yang tak dapat saya jelaskan jika melihat gambar yang tepat dengan tulisan yang kuat atau sebaliknya tulisan yang tajam dengan gambar yang menujam. Mereka seperti kombinasi yin dan yang yang saling melengkapi dan menjadi penuh

4. Pemburu senja

tak dapat saya jelaskan dengan akal mengapa saya begitu mengilai senja. Senja seperti candu yang mampu membuat saya tersenyum manis sepahit apapun hari itu. Senja seperti minuman hangat yang memenuhi jiwa. Ada kupu-kupu kecil yang terbang di perut saya setiap kali dapat menyaksikan kemegahan senja. Mungkin nanti ketika saya mengerti mengapa senja begitu menggoda saya akan menceritakannya kepadamu

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s