Counting blessings #Day3

Berjari sebelas

Saya punya sebelas jari. Ya sebelas! Pada awalnya sulit menerima anugrah ini, bayangkan saja setiap teman akan memandang aneh jarimu yang berbeda. Belum lagi yang membully dengan kata-kata kasar. Mungkin ini salah satu alasan saya tumbuh jadi anak yang pemalu.

Ada yang menyuruh orang tua saya untuk memotong tangan ini karena ditakutkan saya akan tumbuh jadi manusia minder dan sulit berkembang. Saya bersyukur ayah memilih untuk tidak mengambil tindakan apa-apa dan membesarkan saya layaknya anak normal, meyakinkan saya tidak ada yang salah dengan punya jari kesebelas.

Salah seorang teman yang katanya pandai membaca garis tangan berkata jari ini membawa peruntungan dan saya tak akan hidup berkekurangan. Teman lain berkata Bapa ingin saya membagi talenta saya melalui tangan mungkin dengan menulis dan potongan-potongan cerita yang terabadikan waktu.

Lepas dari semua rasa malu dan minder yang saya alami sejak kecil ataupun segala janji masa depan yang belum bisa dipastikan, sekarang dengan lantang saya mampu membanggakannya. Ya saya dan hanya saya yang punya jari kesebelas seperti ini.

image

                                    Taken at siem reap, cambodia

T, 2014-11-22
Ivy
*biru dengan sebelas jari

Posted from Negeri Biru

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s