Berteman Gelap

image

Taken at Lasem, central java

Perkenalkan nama saya Tony. Apakah kamu  bisa melihat saya? Pastinya tidak. Tak heran.. saya belajar menyatu dengan gelap sejak umur 5 tahun. Saya lupa penyebab pasti ayah meletakan saya di sini. Saya hanya ingat pesannya. “Sembunyi dalam gelap nak! Tunggu sampai kupanggil, nanti ayah bawakan sepeda baru untukmu ”

Awalnya saya menangis dan terus menangis ketika ditinggal sendiri dalam gudang ini. Saya seperti anak umur 5 tahun lainnya takut pada yang gelap. Saya menangis hingga terseguk seguk lalu tertidur. Ntah itu mimpi atau nyata saya mendengar teriakan ibu lalu terdengar letupan seperti kembang api yang indah. Begitu terang dan menyilaukan mata, menakutkan namun juga mempesona.

Saya tak tau persis apa yang terjadi dengan ayah dan ibu pada malam itu. Saya mencoba untuk mengingat ingat namun hasilnya nihil. Saya hanya tau terbangun di sini dalam gelap seorang diri, hening. Anehnya semua rasa takut  akan gelap lenyap bersama cahaya menderang malam itu.

Tapi mengapa ayah belum jua datang menjemput? Baiklah saya bersenandung sembari menunggunya..

*Ada desas desus rumah juragan candu dibakar massa. Segudang candu dan anak semata wayangnya terpanggang habis dalam semalam. Sejak itu sering terdengar siulan dari arah gudang setiap tengah mlam.

T, 2014-4-26
Ivy

Foto n cerita : Natalia Oetama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s