4 : Surat dari Sang Pemburu

Dari seseorang yang akan selalu mengagumimu,

Sudah lama saya jadi pemujamu, mungkin sedari saya kecil. Sore-sore ketika saya masih sering bermain di Taman Melati tak jauh dari rumahmu. Ya.. rasa-rasanya di sanalah saya pertama kali terpana padamu, di Pantai Padang. Tatapanmu lembut dan hangat, matamu yang berkilat-kilat menentramkan hati.

Tahun berlalu, waktu berjalan dan saya pun beranjak dewasa. Tatapan hangatmu mulai terganti dengan segala kesibukan sekolah dan tentu saja cinta monyet. Akh.. cinta setaraf mampu berkata namun tanpa pemaknaan. Perlahan-lahan bayangmu memudar ditelan arus rutinitas.
Saya tak ingat dengan pasti kapan, tiba-tiba Tuhan mempertemukan kita kembali. Rekaman lama terputar kembali, saya merasa menemukan sesuatu yang selama ini hilang, kamu. Tatapan lembut dan hangat dengan mata yang menentramkan. Mungkin ini yang namanya jodoh.

Sejak saat itu hingga detik ini, saya akan selalu jadi pecinta dan pemujamu. Menggumpulkan dan mengabadikan tiap momen berharga dan tiap sisi dari dirimu di manapun saya berada. Saya akan jadi pemburumu. Pemburu Senja

Jangan malu-malu senja! Berikan saya kecupan terhebatmu..

image

Peluk dan sayang,
Pemburu Senja

T,2014-2-4
Ivy
Biru yang mengagung agungkanmu

#fiksimini #cerita_instagram #30HariMenulisSuratCinta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s