Konklusi

Tahun kemarin tahun yang bisa dikategorikan sebagai tahun yang penuh untukku.
Penuh beban karena jauh dari rumah, dari tanah air dan darimu
Penuh berkah karena masih diberi kesempatan untuk bekerja sesuai dengan bidang
Penuh haru karena setelah sekian tahun akhirnya mampu membalas budi orang tua
Penuh kejutan karena untuk pertama kalinya berani berpetualang sendiri, bahkan di negeri orang
Penuh duka karena belum mampu menerima keadaan sekitar dan terus memimpikan sesuatu yang tak mungkin
Penuh tekanan karena perbedaan kebudayaan dan cara menghidupi hidup
Penuh doa dan merasa begitu dekat dengan Bapa dan hanya Dia satu-satunya tempat berkeluh kesah

Konklusinya “Penuh pelajaran berharga”

Meminjam kata seorang teman ” kalau cawan sedang dibentuk, pastilah sakit dan menderita. Bersikeras hanya akan membuatmu merasakan sakit yang lebih. Percayakan semua padaNya”

Doa saya untuk tahun yang baru ini
” Jadikan saya manusia yang lebih ikhlas dan lebih bijaksana, ajarkan saya untuk membedakan batas antara pejuang dan pecundang ”

image

T, 2014-1-11
Ivy
*biru yang terlambat menyimpulkan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s