Ironi

Dulu aku menghitung dengan teliti setiap sen yang dikeluarkan. Merelakan sang waktu dibanding sen sen tersebut.

Sekarang saat aku punya cukup banyak sen untuk dipakai, sang waktu tak lagi di pihakku. Aku harus menghitung tiap detik berharga itu.

image

Akh ini ironi?

Bandung, 2013-12-17
Ivy
*biru bertanya tanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s