Silence

Pada dasarnya aku bukan lah orang yg menjunjung “diam sebagai emas” , kamu tau itu dengan pasti. Aku bukan kamu yang mengelu2kan betapa bijaksananya utk memilih diam n bersabar, bukan aku.. ini usaha terakhirku.

Aku hanya lelah berusaha menjelaskan lagi dan lagi tentang betapa sedih n kecewanya aku pd setiap janji2mu yang sering molor atau bahkan terlupakan.

Aku tak menemukan logika berpikirmu yang katanya menaruhku sebagai tujuan hidup tapi di keseharian sering menelantarkanku. Tak masuk untuk IQku.. Apa gunanya semua usahamu jika pada akhirnya tujuanmu terlepas?

Aku bukan putri yang minta diladeni untuk semua hal, aku hanya minta beberapa menit berhargamu setiap minggu. Aku ingin menjadi bagian keseharianmu yang lebih intim. Menit2 yang sudah kamu sepakati menjadi milikku. Lalu mengapa selalu dikorupsi?

Aku bukan pengemis yang harus selalu mengemis waktumu. Jika memang kamu ingin aku ada di sisimu, maka buatlah waktu untukku. Jika tidak mungkin ini tak akan berujung ke manapun.

take at Sutera habour, Kinabalu

taked at Sutera habour, Kinabalu

Ps : silence is a woman’s loudest cry

T, 2013-10-16
Ivy
*biru penuh kecewa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s