ideal(isme)

Buat sebagian orang jalani saja hidup seperti air yang mengalir. ikuti arus, nikmati. Tak banyak idealisme ataupun prinsip hidup. Sedang untuk sebagian orang lainnya, hidup itu harus berprinsip, idealisme di atas segala-galanya. Idealisme dan prinsip cukup untuk mengisi perut yang setengah lapar.

Saya? 4 tahun yang lalu saya menikmati hidup dengan cara dan mau saya. Hidup pas-pasan tapi banyak cinta kalau pinjam kata-kata Slank. Saya punya prinsip hidup tak mau pindah ke ibu kota, padat kata  ” saya bekerja untuk hidup bukan hidup untuk bekerja” Itu alasan idealis saya setiap kali ditanya mengapa tidak pindah ke Jakarta.

Sayangnya idealisme saya perlahan mulai terkikis dan tergores dengan kebutuhan. Banyak gesekan gesekan yang akhirnya menggerusnya. Lalu tibalah saatnya menatap realita dan memasukan idealisme dalam kotak kedap udara. Tapi ternyata Bapa berbaik hati pada saya mengirim saya ke tempat yang bukan Jakarta pastinya.

Di sini lah saya sekarang di salah satu pelosok kampung, mengerjakan sesuatu yang baru dan belajar tentang banyak hal. Terpenting saya belajar bahwa idealisme itu barang mahal yang harus dibayar. Pun banyak hal yang tidak sesuai dengan idealisme dan prinsip saya tapi tantangan terbesar justru menemukan titik tengah antara idealisme dan realita.

Untuk tetap idealis tanpa memperhatikan apapun itu tak sulit, cukup egois dan tidak mendegarkan apapun. Mengikuti arus pun mudah nikmati saja berperan sebagai si manis yang menuruti apa kata terbanyak. Belajar untuk mencari titik seimbang di antara keduanya. Nah itu yang disebut tantangan.. ^^

Namun saya selalu kagum dan menghargai orang-orang nyentrik yang berani berjuang untuk idealismenya. Berani mempertahankan apa yang dianggap benar dan mendasar. Saya tau butuh usaha dan ketabahan yang tak sedikit untuk ada di posisi itu. Bagi saya mereka seperti penanda, ketika saya mulai hilang arah dan teseret arus. Mereka jadi pengingat dan penyemangat untuk membuat saya kembali kepada “saya”

Apapun pilihanmu, jalani dan hadapi! ” Ada baik dalam yang buruk ada buruk dalam yang baik. ”  Itu hidup 

2weheartit

T,2013-07-31 (22:33pm)

ivy

*biru dengan inspirasi akan idealisme

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s