Yang ke 2

Ada yang tau kambing Cairo? Jika anda warga Bandung pasti pernah mendengarnya atau mungkin menjadi salah satu pecintanya seperti saya.

Ada satu hal menarik tentang kambing Cairo ini, bukan resepnya tentu,aku pun tak mengerti bagaimana cara mereka mengolah kambing jadi lembut dan tdk berbau. Lah.. saya malah jadi ngelantur.

Hal menarik yang saya maksud adalah jargon dari restoran ini. Begini bunyinya ” Kambing terenak no 2 di dunia ” . Apakah ada yang merasa janggal dengan jargon tersebut? Setidaknya saya selalu bertanya-tanya mengapa retoran ini medaulat diri sebagai yang ke 2 bukannya yang pertama?

Selama ini anggapan menjadi no 2 selalu menjadi yang buruk dan tak sempurna, kurang. Tapi ada kekuatan tersembunyi di balik angka 2, ketika menyadari diri ada di no 2 dan berani mengakuinya, ada ketabahan dan ketegaran tersendiri di sana, jujur.

Menurut penilaianku, mengakui dan menyadari kemampuan sendiri adalah poin penting untuk menjadi lebih baik. Bagaimana mugkin kita dapat mengungguli sesuatu yang tak pernah ada?

Akui ia ada di depanmu lalu kejar dan lewati!

Tulisan ini mungkin melenceng ke mana-mana, tapi ini hanya interpretasi seorang aku tentang yang ke 2.

Ngomong2 lagi  soal si kambing no 2, kambing itu pantas dicoba lho! Biar kata jargon nya yang kedua, tapi buat saya dia juara. Tandingannya sama kambing yg di Mesir doang. Hihihihi… *promosi

Dago,2013-03-01
Ivy
*biru ngidam kambing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s