Sembilu

Sayang beberapa minggu belakangan ini aku mulai kembali menimbang tentangmu. Kalau boleh aku jujur semuanya sekarang terlihat sedikit berbeda.  Ada banyak tumpang tindih di kisah ini. Katakan saja aku mulai tersadar dengan beberapa hal yang masih menganjal dan tak mampu kumengerti. Tapi satu yang masih kutau, aku masih sesayang pertama kali padamu. Namun kita tak selamanya hidup di dunia mimpi bukan?

Aku mulai menelaah setiap masalah yang terjadi pada hubungan tak bernama ini. Ntah karena emosiku atau memang ini yang sebenarnya terjadi, kamu tak bergeming. Stabil, tak tersentuh sejak 2 tahun lalu, mungkin bergeser tapi tak jauh. Sedangkan aku rasa-rasanya sekarang ada begitu jauh dari’rumah’ terombang ambing dengan semua ini. Sayang bukankah ini kisah kita bukan hanya kisahku? Kamu di mana? Aku mulai lelah mendayung sendiri berteman mimpi. Aku butuh rangkulan dan bahu untuk bersandar.

Kadang yang kubutuhkan hanya ‘keberadaan’ meski sering kali hanya bisa diwujudkan dalam bentuk semu. Tak ingin kuakui ada ruang hampa yang belum terisi. kadang bagiku, ada jarak tak terdefinisi antara kita. Kamu dengan segala ketegaranmu dan benteng solitermu terasa begitu kokoh, meninggalkanku di pojok dengan segala kerapuhan ku. Aku kesepian sayang..

Maaf meragukanmu.. Sungguh di sedihku, aku tak pernah menemukan celah untuk berlari padamu.

i’m still waiting – taken at bandungan

Dago, 2012-09-27
ivy
*biru penuh sembilu

Advertisements

2 thoughts on “Sembilu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s