menyisir pesisir

Pada akhir bulan Mei 2009 saya berkesempatan untuk melakukan perjalanan wisata ke daerah Pesisir Selatan. Tak dapat sepenuhnya dikatakan perjalanan wisata, karena tujuan awalnya adalah survey tempat KKN kembaran saya di Kambang. Ini sungguh kesempatan yang sangat langkah, mengingat sudah sangat lama saya tidak lagi berkeliling Padang sejak berkuliah di Bandung.

 Sepanjang perjalanan di kabupaten pesisir Selatan kita dituntun oleh gunung yg berbaris di depan seperti prajurit. Terdapat kali yang biasa digunakan untuk orang-orang balimo. Balimo  adalah tradisi yang dilakukan masyarakat setempat,sebelum memasuki bulan puasa. Balimo bertujuan untuk pembersihan diri dengan cara mandi di tempat-tempat dengan air yang mengalir.

Di sisi lain sungai/ kali terdapat hamparan pohon pisang. Untuk sawah tak perlu dijelaskan lagi, pastinya bertebaran di sana sini. Memasuki daerah Tarusan, sungai dan hamparan pohon pisang masih disuguhkan bersamaan, meski sungainya tak lagi sejernih sebelumnya,sdkt coklat. Tebakan saya dasar sungai mulai dipenuhi dengan pasir.

 Satu yang kemudian baru tersadari barisan prajurit tadi, kini telah menjelma menjadi sebentang kokoh hijau dan tak berteman lagi, sendiri ntah sedari kapan. Namun semakin berjalan mendekati ke arah gunung kokoh, tak ada lagi bentuk gunung indah yang dapat kita lihat. Sesuatu yang terlalu lekat membuat pandanganmu menjadi tak akurat. Seumpama awan  yg diumpamakan dee dalam bukumya, “ kokoh di luar, bgt dimasuki berubah menjadi tetesan embun”.

Memasuki kawasan Pasar Baru dapat singgah sebentar di jembatan akar. Konon katanya, mandi di jembatan akar akan berkasiat, dapat menyembuhkan penyakit, bisa awet muda, serta banyak manfaat lainnya.

 Dari jembatan akar kita dapat melanjutkan perjalanan, melewati selayang pandang. Tempat untuk menikmati pesisir laut painan, sedikit menungkik dan berkelok, sehingga jadi spot yang tepat untuk memandang keindahan laut tersebut.

Painan perhentian terakhir saya, maka perjalanan singkat ini berakhir di sini. Namun ada satu hal lucu yang saya temukan di Painan, pagar di setiap rumah di sana seragam warna bahkan bentuknya.

Padang, 2009-05-31

Ivy

*catatan lama yang baru sempat dipoles.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s