Tentang gelapku..

Ketika jarak pandang terbatas, biasanya ketakutan mulai menyelimuti  ya setidaknya begitu menurutku. Bilang aku bodoh, bilang aku pengecut, tapi aku memang takut akan gelap. Sebenarnya bukan apa yang akan kulihat dalam gelap yang paling aku takuti, tapi apa yang akan kupikirkan dalam gelaplah yang menjadi masalah.

Pada kenyataannya, dalam keadaan biasa dan terang aku butuh kacamata untuk mampu menditeksi sesuatu dengan jelas, jadi dapat dipastikan aku cukup buta untuk mampu menditeksi sesuatu dalam gelap. Ya.. tapi mungkin kebutaanku itu yang malah membuatku jadi pengecut! Justru karena aku tak bisa melihat dengan jelas, otakku yang terbatas ini malahan mengarang-ngarang sesuatu yang mungkin tak ada, mungkin tak pernah nyata. Aku tak mencari pembenaran dengan kebutaan itu, toh ini hanya dugaan tak beralasan yang sedang terlintas di tengah malam dingin diantara pohon pinus dan remang-remang obor dan lampu petromax.
Harapanku malam ini aku cukup lelah dan tak lagi punya waktu untuk mengkhayal dan berpikir.

Pikiranku dalam gelap ternyata jauh lebih menakutkan dari gelap itu sendiri! lebih menakutkan dari apa yang kutakutkan itu !
sedikit bodoh, tapi sudahlah….

gambar dari om google

Bandung,2010-07-01 ( 22.10 pm)
ivy
*biru yang tiba-tiba merasa mendapat penerangan di antara gelap malam tanpa bintang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s